Opini Jumat

Selamat Siang, selamat hari Jumat dan bentar lagi akan Shalat jumat, gua memutuskan untuk nulis sebelum shalat jumat. Akhirnya, weekend akan kembali datang dan semua akan senang karena senin tgl 1 mei 2017 akan kembali libur setelah senin kemarin juga disuguhkan tanggal merah. Baiklah, ceritanya kemarin gua bosan banget dengan aktivitas rutin gua. Gua beneran lagi butuh energi baru buat ngecas tubuh dan pikiran gua dan gua memutuskan untuk keliling-keliling gak jelas naik motor dan mengitari sedikit kota buat ngeliat-ngeliat apa aja yang nampak di mata dan itu sangat menarik. Menariknya kenapa, gua mengitari jalan kecil, kadang ada toko pulsa dan jual kuota yang rame banget sampe sampe buat macet jalan. makanan makanan kaki lima yang kadang menggiurkan serta aktivitas manusia-manusia yang menghabiskan waktunya dengan berbagai tujuan. Gua asyik dong ngendarain motor dan melihat-melihat dengan tenangnya. Nah, pada saat itu, tibalah gua di salah satu lampu merah yang berada tepat di 4 jalan arah berbeda dan itu adalah daerah dimana aktivitas nya lagi padet-padetnya. Gua kan ya biasalah kan berhenti kalo lampu merah dan yang lainnya juga. Ini mungkin hal yang sudah sangat sering terjadi yang sering kita lihat di keseharian kita. ada beberapa orang langsung menerobos lampu merah dan dengan rasa tidak bersalahnya beberapa dari mereka langsung menaikkan kecepatan motornya dan ya, mereka berhasil dengan hal itu. Tapi coba kalian pikir, lampu merah itu paling lama berapa jam?  satu jam, 2 jam atau sampe seharian lo bakal berhenti karena lampu merah? it's a big NO. Saya kasih tahu lampu merah itu cuma paling lama 1 menitan doang dan ada beberapa orang yang tidak bisa berhenti dengan satu menit itu. Come on guys, karakter kita ini semacam susah untuk dibeneri, kita disuruh tertib kadang masih sering ngelanggar. Padahal kalo ada yang kecelakaan yang notabene karena kelalaian dia sendiri mungkin karena dia ngelanggar lampu merah, mereka langsung bilang minta obatin atau ini lah yang salah lampu merahnya yang gak bener lagi dan sebagainya. Yes, karakter dan sikap disilpin itu penting banget menurut gua dan bangsa sebesar ini sulit untuk setidaknya berlaku tertib aja. Kenapa kita suka dengan hal-hal yang berbau barat misal makanan fast food, burger, french fries, spagheti dan western food lainnya yang menurut gua itu rasanya gak seenak makanan nusantara. Karena kita terlalu obses dengan sesuatu hal yang berbau barat, apalagi kalo mau beli baju maunya yang ada brand internasionalnya padahal belum tentu brand itu sebagus dan sebaik produk dalam negeri. Ayolah anak muda, kenapa kita tidak mencontoh budaya barat dalam perspektif lain, misal mereka sangat menghargai waktu dan diajarkan dalam hal kedisiplinan, terus juga mereka juga menghargai sikap profesionalisme ketika mereka bekerja dan menghargai budaya dan produk lokal mereka. Kenapa kita menyerap kebiasaan yang sebenarnya tidak baik kita serap dan melupakan kebiasaan yang baik yang sebenarnya pantas kita ambil dari hal tersebut. dengan penduduk 250 juta lebih dan menjadi penduduk terbesar ke empat di dunia, kita bakalan menjadi pasar yang menguntungkan bagi barat atau negara lain dan selamanya akan begini ketika kita tidak bisa merubah hal-hal yang demikian. Kita selamanya akan disodorkan oleh budaya barat dalam ketergantungan kita yang terlalu obses dengan sesuatu hal itu dan sekali lagi, kita bakal dibodohi dengan kebiasaaan orang-orang yang kita bahkan tidak tahu untuk apa kita berperilaku dan tujuannya apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asem Manis Harian Si Kriwel

Introvert Look Like

Definisi Kesuksesan