Nikmat Bersyukur

Salah satu yang buat tenang dalam hidup ini adalah Nikmat bersyukur. Kenapa? Karena kalau tidak ada rasa syukur atas apa yang sudah dikasih sama Allah maka hidup akan terus berpacu untuk mendapatkan dunia terus menerus dan tidak akan pernah habisnya. Maksud saya gini, boleh kita terus berusaha dan sangat dianjurkan oleh Sang Pencipta untuk terus mengambil bagian dalam kehidupan dunia ini, Tetapi apakah kehidupan dunia ini yang akan melalaikan urusan akhirat mu nanti. Nah, inilah yang akan menjadi masalah. Banyak kan zaman sekarang sibuk banget dengan dunia, sukses sih tapi kalau ngelupain akhirat buat apa? dulu saya berpikir bahwa orang yang sukses adalah orang yang punya banyak materi, rumah dimana-mana dan mobil ada beberapa dan pekerjaan udah mantep. Tapi disisi lain, saya juga berpikir bahwa ada kehidupan yang lain yang lebih kekal dari semua hal itu. Maka alangkah baiknya bagian yang telah ditentukan oleh Allah kita terus usahakan dan selalu mengutamakan amalan buat akhirat nanti. 
Well, di zaman secanggih ini dan dimana generasi milineal dan generasi muda zaman sekarang berlomba-lomba untuk mendapatkan materi yang banyak dan bersaing dari sisi apapun sampai dengan pekerjaan di perusahaan mereka bekerja. Saya pun begitu tapi banyak pertimbangan yang sangat dalam mengenai kehidupan selain soal itu tanpa mengabaikan hal tersebut. Makanya, ada kasus bunuh diri karena himpitan ekonomi, atau karena dianggap tidak bisa ikut ke dalam lingkaran pertemanan yang mewah maka dia mengambil jalan pintas mungkin dengan mencuri atau mencari pekerjaan tanpa mengabaikan unsur halal. Nah, disinilah letak nikmat bersyukur itu sangat berharga dan sangat menenangkan. Saya percaya bahwa tidak akan pernah Sang Pencipta meletakkan sesuatu ketentuan, kejadian, nikmat sekecil apapun dan peristiwa yang terjadi dalam hidup kita tanpa diketahui oleh Allah SWT. Dia-lah maha tahu akan segala sesuatu yang terjadi, yang pernah terjadi dan yang akan terjadi. Maka dari itu, Bersyukurlah maka Nikmatmu akan bertambah.

Ini adalah pengalaman orang-orang yang pernah saya kenal,
1. Nama tidak disebutkan - Bekerja di salah satu Finance selama 4 tahun, dan 3 tahun bekerja di perusahaan dengan bidang yang sama. Total 7 tahun bekerja di perusahaan Finance.
Dia bekerja dengan posisi surveyor dimana deksripsi pekerjaannya adalah mensurvei atau menganalisa kendaraan yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Menurutnya, Uang dari insentif yang didapatkan cukup besar dan bagi saya juga besar ditambah dengan fixed income nya perbulan. Dia pun cukup banyak mendapatkan uang apabila mendapatkan insentif dari pekerjaannya sebagai seseorang surveyor. Yang dia rasakan selama bekerja di perusahaan finance adalah ketidaktenangan, gelisah dan uang yang secara nominal sangat besar habis tanpa tahu kemana dan tidak tahu rimbanya dan dia pun sering menombok pembayaran konsumen agar insentif dia dapat dibayarkan karena konsumen mungkin tidak bisa bayar pada bulan tsb.  dia bisa membeli mobil pada masa dia bekerja dan akhirnya mobil pun terjual tidak begitu lama karena berbagai persoalan pekerjaannya. Usut punya usut, dia mengetahui bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan yang tidak halal, dan dia memberanikan diri untuk keluar beberapa saat setelah menikah dan orang-orang yang mengenalnya pun bertanya-tanya.

2. Seseorang yang dulu saya kenal sejak SMA, dia adalah sosok yang sangat pintar mungkin terpintar pada masa saya sekolah. Sering mendapatkan juara di kelas mungkin juga level nasional. Prestasinya cemerlang dan memiliki pemikiran yang saya anggap beda dengan yang lain. Ketika lulus di sebuah Universitas swasta terkenal di Jakarta, dia pun langsung bekerja di perusahaan consumer goods dengan posisi yang luar biasa dengan mendapatkan gaji perbulan berkisar 2 digit. Akhirnya, dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan memberanikan diri untuk bekerja dengan membangun asetnya sendiri dengan berafiliasi dengan perusahaan MLM. Bahkan saya rasa kalau dia mengikuti tes perusahaan-perusahaan terkenal pun dia akan dengan mudahnya masuk dan lulus. Tapi, dia menjalani kehidupan dimana tidak semua orang berpikiran seperti itu.

3. Kisah ke 3 dari sekian banyak kisah yang saya dapat dari orang yang saya kenal. Saya baru mengenal orang ini. Dia adalah sosok yang biasa saja dari sisi penampilan dan pemikiran. Setelah beberapa hari bercerita dan berbagi pengalaman. Banyak hal yang bisa saya ambil dari orang ini. Dia bukan berasal dari kota bahkan dia tinggal di sebuah kabupaten yang mungkin jarakanya sekitar 3 jam untuk menuju kota. Tetapi dia sudah merantau ke kota semenjak dia SMA, dia menyewa kontrakan untuk ditinggali seorang diri sebelum adiknya ikut tinggal disana untuk kuliah. Semasa SMA, dia menghabiskan waktunya untuk bekerja di distro (Toko Baju anak Muda). Pagi sampai dengan siang dia sekolah dan sepulang sekolah dia langsung bekerja menjaga distro sampai larut malam. Tak hanya itu, dia pun kuliah sambil bekerja, menjadi pegawai hotel dan pekerjaan lainnya. Dengan jadwal sepadat itu, usut punya usut IPK nya menembus 3,51 dengan predikat Dengan pujian. Kurang luar biasa apalagi manusia ini. saya pun rasa kalau saya ditempatkan menjadi dia, saya tidak bisa melampaui prestasi yang dibuatnya. Sangat luar biasa.

Dari beberapa kisah tadi, saya cuma ingin berbagi bahwa banyak sekali cerita kehidupan orang yang kita kenal dan mungkin kita tidak bisa apabila menjadi dia atau sebaliknya. Kita kadang disibukkan dengan melihat orang di sekitar kita yang menurut kita sukses padahal belum mengetahui lebih dalam pengalaman hidup mereka. Kadang kita tidak bersyukur dan menjadi pesimistis menghadapi kehidupan seolah-olah kitalah yang mempunyai hidup yang paling berat. And I said, Thanks to Allah for such a beautiful life.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asem Manis Harian Si Kriwel

Introvert Look Like

Definisi Kesuksesan