Bangsa Beradab dan Beretika


Mengenal nama Indonesia pasti yang terbayang adalah keramahan penduduknya, Keindahan budayanya dan tata krama masyarakatnya. Rasanya masih banyak lagi hal-hal yang dahulu sering kita dengar ketika orang asing bercerita mengenai Indonesia. Saya bangga saat itu sampai-sampai saya bisa overproud sangking bangganya walaupun rasa bangga tersebut makin lama makin terkikis dengan realitas yang sebenarnya. 
Seiring berjalannya waktu, dunia yang semakin hari semakin  tak terbatas dan arus informasi, budaya serta perilaku tak bisa terbendung lagi. Rasanya saya tidak terkesan berlebihan bahwa anak-anak muda di Negara ini makin kehilangan jati dirinya.  Jati diri yang dahulu menjadi kepribadian bangsa kita dan semua dunia pun mengakui itu. Tak terelakkan lagi bahwa globalisasi semakin mengubah kepribadian kita sadar ataupun tidak sadar. Dari hal yang positif bahkan sampai yang tak karuan.  Globalisasi ibarat dua sisi mata pisau yang sebenarnya semua individu mempunyai andil terhadap peran apa yang akan kita ambil dalam menghadapi proses itu. Lagi-lagi tidak semua bisa bijaksana dalam menggunakannya.
        Sikap kita dalam bermedia social yang terkadang membuat saya mengerenyitkan dahi. Beberapa pengguna media social menggunakan kata-kata kasar ketika melampiaskan apa yang dibencinya, menggunakan aspirasi yang terkadang bisa menyakiti orang yang seharusnya tidak pantas mendapatkan hal tersebut, pendapat rasis bahkan kata-kata kotor telah membudaya dalam melakukan proses sosialisasi di dunia maya. Pada akhirnya, semua itu telah menjadi sesuatu yang lumrah untuk dilakukan sebagian orang dan hal tersebut telah menjadi makanan sehari-hari untuk dilihat.
       Ya, Saya sadar bahwa dunia yang tak terbatas ini membuat perilaku terkadang menembus norma-norma social.  Tapi apakah kita masih pantas untuk disebut Bangsa yang mempunyai Adab dan sopan santun?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asem Manis Harian Si Kriwel

Introvert Look Like

Definisi Kesuksesan